Travel Bisa Bangkrut, Calon Jemaah Diharapkan Tak Batalkan Umrah Akibat Corona :: Nusantaratv.com

Travel Bisa Bangkrut, Calon Jemaah Diharapkan Tak Batalkan Umrah Akibat Corona

Penyelenggara dipastikan akan mendaftarkan ulang calon jemaah usai penyetopan dibuka pemerintah Arab Saudi
Travel Bisa Bangkrut, Calon Jemaah Diharapkan Tak Batalkan Umrah Akibat Corona
Ka'bah yang kosong dari jemaah setelah ditutup sementara pemerintah Arab Saudi. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Arab Saudi menyetop ibadah umrah dan ziarah ke negaranya. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.

Baca juga: Kemenag Minta Penyedia Layanan Haji di Arab Saudi Antisipasi Virus Corona 

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi berharap para calon jemaah umrah yang sudah terdaftar tak melakukan pembatalan keberangkatan atau mengajukan refund.

Karena, ia menjamin penyelenggara perjalanan bakal melakukan penjadwalan ulang umrah segera usai pemerintah Arab Saudi membuka kembali penerbitan visa umrah dan ziarah.

"(Pembatalan umrah dan ziarah) dimungkinkan, tapi mohon tadi kita sudah imbau supaya konsumen atau jemaah umrah yang sudah daftar jangan membatalkan atau refund, tapi yuk kita-sama sama menunda karena tidak semua maskapai boleh menarik uang atau di-refund-kan uang tiket kita," kata Syam di Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Syam khawatir pembatalan membebani uang kas perusahaan. Karena, jika tiket penerbangan tak bisa dibatalkan, maka mau tak mau biaya itu harus ditutup melalui kas perusahaan. Sehingga perusahaan penyelenggara umrah berpeluang bangkrut.

Selain itu, menurut Syam pengembalian dana diperkirakan tak bisa seratus persen, hanya sebesar 90 persen. Jika mengacu kepada brosur perjalanan, biaya pembatalan biasanya US$ 500 atau sekitar Rp 7 juta dengan nilai tukar Rp 14.000 per dolar AS.

"Mungkin yah masih bisa kita kembalikan karena hingga saat ini belum semua data kita selesaikan komponen mana saja yang sudah bisa kita kembalikan mana yang tidak," jelasnya.

Sementara, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama M. Arfi Hatim menegaskan calon jemaah umrah yang menjadwalkan ulang keberangkatannya tak dikenai tambahan biaya apapun. Karena, persoalan ini dikategorikan force mejeur.

Namun jika calon jemaah ingin membatalkan keberangkatan atau refund,  uang diperkirakan tak bisa kembali seratus persen, karena bisa jadi sudah ada biaya yang dikeluarkan penyelenggara umrah untuk mengurus perjalanan.

"Karena ini penundaan, maka dipastikan semuanya aman. Kebijakan yang diambil pemerintah Arab dan Indonesia berpihak pada jemaah," kata Arfi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0